Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Januari 2017
Ekstrasi
EKSTRASI
Ekstraksi merupakan suatu metoda yang digunakan untuk memisahkan suatu komponen (senyawa) dari sebuah campuran.
Ekstraksi merupakan suatu metoda yang digunakan untuk memisahkan suatu komponen (senyawa) dari sebuah campuran.
"Kamu memiliki campuran gula dalam minyak sayur dan kamu ingin memisahkan gula dari minyak. Kamu mengamati bahwa partikel gula sangat halus untuk disaring,
apa yang akan kamu lakukan???"
Apakah akan memisahkan gula dari minyak?
Gula lebih larut dalam air dibandingkan dalam minyak sayuran dan sebagaimana kamu ketahui air tidak larut dengan minyak.
Tidakkah kamu melihat hasilnya?
Fasa air berada pada bagian bawah dan fasa minyak berada pada bagian atas, karena air lebih berat dari pada minyak.
Kocok campuran, maka gula akan pindah ke fasa air.
Sekarang fasa air terasa manis karena gula bergerak ke fasa air setelah di kocok.
Pada contoh ini, air adalah pelarut ekstraksi; campuran minyak gula adalah larutan yang akan diekstraksi; dan gula adalah senyawa yang diekstraksi dari satu fasa ke fasa lainnya. Pemisahan 2 lapisan memisahkan gula dari minyak sayuran.
Ekstraksi Pelarut
Ekstraksi
dengan pelarut dapat dilakukan dengan cara dingin dan cara panas. Jenis-jenis ekstraksi
tersebut sebagai berikut:
1. Ekstraksi
secara dingin
·
Maserasi, merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan cara merendam
serbuk simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada temperatur
kamar dan terlindung dari cahaya.
Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin,
tiraks dan lilin (Sudjadi, 1988).
Keuntungan dari metode ini adalah peralatannya sederhana. Sedang
kerugiannya antara lain waktu yang diperlukan untuk mengekstraksi sampel cukup
lama, cairan penyari yang digunakan lebih banyak, tidak dapat digunakan untuk
bahan-bahan yang mempunyai tekstur keras seperti benzoin, tiraks dan lilin.
Metode maserasi dapat dilakukan dengan modifikasi sebagai berikut :
· Modifikasi maserasi melingkar
· Modifikasi maserasi digesti
· Modifikasi Maserasi Melingkar Bertingkat
· Modifikasi remaserasi
· Modifikasi dengan mesin pengaduk (Sudjadi, 1988).
·
Soxhletasi merupakan penyarian simplisia secara berkesinambungan, cairan penyari
dipanaskan sehingga menguap, uap cairan penyari terkondensasi menjadi
molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam
klongsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah
melewati pipa sifon (Sudjadi, 1988).
Keuntungan metode ini adalah :
-
Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan
terhadap pemanasan secara langsung.
-
Digunakan pelarut yang lebih sedikit
-
Pemanasannya dapat diatur (Sudjadi, 1988).
Kerugian dari metode ini :
-
Karena pelarut didaur ulang, ekstrak yang terkumpul pada wadah di sebelah
bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian oleh
panas.
-
Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui kelarutannya
dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah dan membutuhkan
volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya.
-
Bila dilakukan dalam skala besar, mungkin tidak cocok untuk menggunakan
pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi, seperti metanol atau air,
karena seluruh alat yang berada di bawah komdensor perlu berada pada temperatur
ini untuk pergerakan uap pelarut yang efektif (Sudjadi, 1988).
Metode ini terbatas pada ekstraksi dengan pelarut murni atau campuran
azeotropik dan tidak dapat digunakan untuk ekstraksi dengan campuran pelarut,
misalnya heksan : diklormetan = 1 : 1, atau pelarut yang diasamkan atau
dibasakan, karena uapnya akan mempunyai komposisi yang berbeda dalam pelarut
cair di dalam wadah (Sudjadi, 1988).
·
Perkolasi adalah cara penyarian dengan mengalirkan penyari melalui serbuk simplisia
yang telah dibasahi.Keuntungan metode ini adalah tidak memerlukan langkah
tambahan yaitu sampel padat (marc) telah terpisah dari ekstrak. Kerugiannya
adalah kontak antara sampel padat tidak merata atau terbatas dibandingkan
dengan metode refluks, dan pelarut menjadi dingin selama proses perkolasi
sehingga tidak melarutkan komponen secara efisien (Sutriani,L . 2008).
2. Ekstraksi secara panas
·
Metode refluks
Keuntungan dari metode ini adalah digunakan untuk mengekstraksi
sampel-sampel yang mempunyai tekstur kasar dan tahan pemanasan langsung..
Kerugiannya adalah membutuhkan volume total pelarut yang besar dan sejumlah
manipulasi dari operator (Sutriani,L . 2008).
·
Metode
destilasi uap
Destilasi uap adalah metode yang popular untuk ekstraksi minyak-minyak
menguap (esensial) dari sampel tanaman. Metode destilasi uap air diperuntukkan
untuk menyari simplisia yang mengandung minyak menguap atau mengandung komponen
kimia yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara normal (Sutriani,L .
2008).
Pelarut yang baik untuk ekstraksi adalah pelarut yang mempunyai daya
melarutkanyang tinggi terhadap zat yang diekstraksi. Daya melarutkan yang
tinggi ini berhubungan dengan kepolaran pelarut dan kepolaran senyawa yang
diekstraksi. Terdapat kecenderungan kuat bagi senyawa polar larut dalam pelarut
polar dan sebaliknya (Sutriani,L . 2008).
Pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi oleh:
·
Selektivitas, pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan.
·
Kelarutan, pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak
yang besar.
· Kemampuan tidak saling bercampur, pada ekstraksi cair, pelarut tidak boleh
larut dalam bahan ekstraksi.
· Kerapatan, sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara
pelarut dengan bahan ekstraksi.
·
Reaktivitas, pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada
komponen bahan ekstraksi.
·
Titik didih, titik didh kedua bahan tidak boleh terlalu dekat karena
ekstrak dan pelarut dipisahkan dengan cara penguapan, distilasi dan
rektifikasi.
·
Kriteria lain, sedapat mungkin murah, tersedia dalam jumlah besar, tidak
beracun, tidak mudah terbakar, tidak eksplosif bila bercampur udara, tidak
korosif, buaka emulsifier, viskositas rendah dan stabil secara kimia dan fisik (Sutriani,L . 2008).
Kromatografi Gas
Kromatografi Gas
Michael Twest, seorang ahli botani dari
Rusia, pada tahun 1906 lah yang pertama kali memperkenalkan kromatografi.
Kromatografi merupakan metode pemisahan yang didasarkan atas distribusi
diferensial komponen sampel diantara dua fasa. Dimana kromatografi selalu
melibatkan dua fase, yaitu fasa diam (stationary phase) dan fasa gerak (mobile
phase). Fasa diam dapat berupa padatan atau cairan yang terikat pada permukaan
padatan (kertas atau suatu adsorben), sedangkan fasa gerak dapat berupa cairan
yang disebut eluen (pelarut), dan gas pembawa yang bersifat inert. Gerakan fasa
gerak ini mengakibatkan terjadinya migrasi diferensial komponen dalam sampel.
Pengertian Kromatografi Gas
Kromatografi gas adalah proses pemisahan
campuran menjadi komponen- komponennya dengan mengguakan gas sebagai fasa
bergerak yang melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang diam. Fasa diam
dapat berupa zat padat yang dikenal dengan kromatografi gas padat [Gas Solution
Chromatography (GSC)] dan gas cair sebagai kromatografi gas cair [Gas Liquid Chromatography
(GLC)].
Untuk GLC fasa diamnya berupa suatu cairan
bertitik didih tiggi dan proses serapannya lebih banyak berupa partisi.
Sedangkan untuk GSC fasa diamnya berupa padatan dan adsorpsi memainkan peranan
utama.
Prinsip Kromatografi Gas
Kromatografi Gas mempunyai prinsip yang
sama dengan kromatografi kolom (serta yang lainnya seperti HPLC, TLC), tetapi
memiliki beberapa perbedaan:
1. Proses
memisahkan senyawa dalam campuran dilakukan antara fasa cair diam dan fasa gas
bergerak, sedangkan pada kromatografi kolom yang seimbang dalah tahap yang
solid dan bergerak adalah fasa cair.
2. Melalui kolom yang lolos tahap gas terletak
di sebuah oven dimana temperatur gas dapat dikontrol sedangkan kromatografi
kolom biasanya tidak memiliki kontrol seperti suhu.
3. konsentrasi yang majemuk dalam fasa gas
adalah hanya salah satu fungsi dari tekanan uap dari gas.
Pada Prinsipnya, pemisahan Kromatografi Gas
adalah disebabkan oleh perbedaan dalam kemampuan distribusi analit diantara
fasa gerak dan fasa diam di dalam kolom pada kecepatan dan waktu yang berbeda.
Cara Kerja Kromatografi Gas
Gmbr1. Komponen Alat Kromatografi Gas
Pada dasarnya peralatan kromatografi gas
terdiri dari:
1. Tabung
gas pembawa (sebagai fasa gerak)
2. Alat
pengaturan tekanan
3. Alat
pengukur kecepatan aliran gas
4. Kolom
kromatografi
5. Injektor
(tempat injeksi sampel)
6. Termostat
oven
7. Meter
gelembung sabun
8. Detektor
9. Penerus
sinyal
10. Read out – kromatogram
1. Fase
pada Kromatografi Gas
a. Fasa
Gerak Kromatografi Gas
Fasa gerak dalam kromatografi
gas biasanya disebut juga gas pembawa karena tujuan utamanya adalah membawa
solute ke dalam kolom, karenanya gas pembawa tidak mempengaruhi selektifitas.
Syarat-syarat gas pembawa adalah :
· Tidak
reaktif
· Murni
atau kering
· Dapat
disimpan dalam tangki bertekanan tinggi (merah untuk hydrogen, abu-abu untuk nitrogen)
b. Fasa
Diam Kromatografi Gas
-Padatan (kromatografi
gas-padat) sejumlah kecil padatan inert misalnya karbon teraktivasi, alumina
teraktivasi, silika gel atau saringan molekular diisikan ke dalam tabung logam
gulung yang panjang (2-10 m) dan tipis.
- cairan (kromatografi
gas-cair)Kromatografi gas-cair, biasanya digunakan cairan bertitik didih tinggi
dan proses serapannya lebih banyak berupa partisi. Misalnya ester seperti
ftalil dodesilsulfat yang diadsorbsi di permukaan alumina teraktivasi, silika
gel atau penyaring molecular.
2. Ruang
Suntik Sampel pada KG
Fungsi dari ruang suntik ini adalah untuk
mengantarkan sampel ke dalam aliran gas pembawa. Penyuntikan sampel dapat
dilakukan secara manual atau secara otomatis (yang dapat menyesuaikan jumlah
sampel). Pelarut sampel yang umum digunakan yaitu hidrokarbon bertitik didih
rendah, etil eter, alcohol dan keton. Pelarut yang dipilih harus memiliki sifat
yang berbeda secara nyata dengan sampel yang dianalisis. Sampel yang akan
dikromatografi dimasukkan ke dalam ruang suntik melalui gerbang suntik berupa
lubang yang ditutupi dengan septum atau pemisah karet. Ruang suntik harus
dipanaskan tersendiri yaitu 10-15 0C lebih tinggi daripada suhu kolom
maksimum.
3. Kolom
pada KG
Kolom merupakan merupakan tempat terjadinya
proses pemisahan karena di dalamnya terdapat fase diam. Kolom dapat
berbentuk lurus, bengkok(misal berbentuk V atau W), dan kumparan/spiral. Ada 2
jenis kolom dalam GC, yaitu:
- Kolom
kemas terdiri atas fase cair yang tersebar pada permukaan penyangga yang
lembam (inert). Jenis kolom ini terbuat dari gelas atau logam yang tahan karat
atau dari tembaga dan aluminium. Panjang kolom yaitu 1-5 m dengan diameter 1-4
mm. ukuran partikael fase diam berkisar 60-80 mesh (250-170 µm). untk KGC
dipakai lapsan tipis pada padatan pendukung dengan ketebalan 1-10 µm, dan
maksimum fasa diam cair terdapat pada padatan pendukung adalah 10%.
- Kolom
kapiler, jenis kolom ini berbeda dengan kolom kemas. Rongga pada bagian
dalam kolom yang menyerupai pipa (tube). Oleh karena itu kolom kapiler disebut
juga “Open Tubular Columns”. Fasa diam melekat mengelilingi dinding dalam
kolom.
4. Detektor
pada KG
Detektor merupakan perangkat yang
diletakkan pada ujung kolom tempat keluar fase gerak (gas pembawa) yang membawa
komponen hasil pemisahan. Detektor pada kromatografi merupakan sensor
elektronik yang berfungsi mengubah sinyal gas pembawa dan komponen-komponen
didalamnya menjadi sinyal elektronik. Sinyal elektronik detektor untuk analisa
kuantitatif maupun kualitatif terhadap komponen-komponen yang
terpisah di antara fasa diam dan fasa gerak. Detektor digunakan untuk memonitor
gas pembawa yang keluar dari kolom dan merespon perubahan komposisi solut yang
terelusi.
Syarat-syarat yang harus
dimiliki oleh sebuah detektor, antara lain:
· Dapat
merespon dengan cepat kehadiran solut
· Memiliki
rentangan respon linier yang luas
· Memiliki
kepekaan tinggi
· Stabil
pada pengoperasian
5. Komputer
pada KG
Kromatografi gas modern menggunakan
komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak (software) untuk digitalisasi
signal detektor dan mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
a. Memfasilitasi setting parameter-parameter
instrument seperti: aliran fase gas; suhu oven dan pemrogaman suhu;
serta pemyuntikan samel secara otomatis.
b. Menampilkan
kromatogrm dan informasi-informasi lain dengan menggunakan gafik berwarna.
c. Merekam
data kalibrasi, retensi, serta perhitungan-perhitungan dengan statistic.
d. Menyimpan
data parameter analisis untuk analisis senyawa tertentu.
Gas pembawa (biasanya digunakan Helium,
Argon atau Nitrogen) dengan tekanan tertentu dialirkan secara konstan melalui
kolom yang berisi fase diam. Selanjutnya sampel di injeksikan kedalam injektor
(Injection Port) yang suhunyan dapat diatur. Komponen- komponen dalam sampel
akan segera menjadi uap dan akan dibawa oleh aliran gas pembawa menuju kolom.
Komponen- komponen akan teradopsi oleh fasa diam pada kolom kemudian akan
merambat dengan kecepatan berbeda sesuai dengan nilai Kd masing- masing
komponen sehingga terjadi pemisahan.
Komponen yang terpisah menuju detektor dan
akan terbakar menghasilkan sinyal listrik yang besarnya proporsional dengan
komponen tersebut. Sinyal lau diperkuat oleh amplifier dan selanjutnya oleh
pencatat (recorder) dituliskan sebagai kromatogram berupa puncak. Puncak
konsentrasi yang diperoleh menggambarkan arus detektor terhadap waktu.
Selasa, 10 Januari 2017
Dasar-Dasar laboratorium
Dasar-dasar dalam laboratorium IPA, berupa alat-alat kimia, bahan kimia, tanda bahaya dilaboratorium dan sebagainya..
Silahkan klik link utk mendownload file.
1. Alat dan bahan kimia Download
Silahkan klik link utk mendownload file.
1. Alat dan bahan kimia Download
Langganan:
Postingan (Atom)
ARITMETIKA SOSIAL
ARITMETIKA SOSIAL 1. Nilai suatu barang Contoh: Jika pedagang membeli 12 buah apel. kemudian Ia membayar dengan 1 lembar uang seratus...
-
Bilangan Bulat 1.Operasi penjumlahan bilangan bulat - Jika pada operasi penjumlahan kedua bilangan merupakan bilangan positif, maka ak...
-
Dasar-dasar dalam laboratorium IPA, berupa alat-alat kimia, bahan kimia, tanda bahaya dilaboratorium dan sebagainya.. Silahkan klik link ...























